Belajar,  Bisnis

Mendelegasikan Pekerjaan Kepada Bawahan Disebut Dengan?

Bagi beberapa orang, mendelegasikan pekerjaan hanya buang-buang waktu bisnis karena mereka tidak dapat memiliki kontrol penuh terhadap proyek yang dikerjakannya.

Dari definisi ini dapat dijelaskan bahwa seorang manajer tidak dapat bekerja sendiri.

Untuk mencapai tujuan organisasi manajer membutuhkan kerjasama dengan bawahan.

Salah satu bentuk dari kerjasama itu adalah pedelegasian tugas.

Kunci untuk mendelegasikan pekerjaan secara efisien adalah memilih orang terbaik untuk didelegasikan.

Dengarkan dan amati, berikan pekerjaan kepada orang-orang yang menurut Anda benar-benar bisa memberikan kontribusi, bukan orang-orang yang paling tidak sibuk.

Selain itu, mendelegasikan pekerjaan akan membantu Anda belajar bagaimana cara melakukan manajemen perusahaan.

PENGERTIAN PENDELEGASIAN

Pendelegasian ialah proses terorganisir dalam kerangka hidup organisasi/keorganisasian untuk secara langsung melibatkan sebanyak mungkin orang dan pribadi dalam pembuatan keputusan, pengarahan, dan pengerjaan kerja-yang berkaitan dengan pemastian tugas.

Pendelegasian ialah tindakan memercayakan tugas (yang pasti dan jelas), kewenangan, hak, tanggung jawab, kewajiban, dan pertanggungjawaban kepada bawahan secara individu dalam setiap posisi tugas.

Pendelegasian dilakukan dengan cara membagi tugas, kewenangan, hak, tanggung jawab, kewajiban, serta pertanggungjawaban, yang ditetapkan dalam suatu penjabaran/deskripsi tugas formil dalam organisasi.

DASAR PENDELEGASIAN

Pokok pembahasan tentang dasar pendelegasian ini berupaya untuk menjawab pertanyaan “mengapa pendelegasian itu penting?” Atau “mengapa pendelegasian itu penting dalam hidup dan kerja suatu organisasi?” Pendelegasian itu sangat penting bagi hidup dan kerja setiap organisasi dengan alasan-alasan mendasar berikut di bawah ini.

Pemimpin hanya dapat bekerja bersama dan bekerja melalui orang lain, sesuatu yang hanya dapat diwujudkannya melalui pendelegasian.

Melalui pendelegasian, pemimpin memberi tugas, wewenang, hak, tanggung jawab, kewajiban, dan pertanggungjawaban kepada bawahan demi pemastian tanggung jawab tugas (agar setiap individu peserta suatu organisasi berfungsi secara normal).

Dengan pendelegasian, pekerjaan keorganisasian dapat berjalan dengan baik tanpa kehadiran pemimpin puncak atau atasan secara langsung.

Dalam pendelegasian, pemimpin memercayakan tugas, wewenang, hak, tanggung jawab, kewajiban, dan pertanggungjawaban yang sekaligus “menuntut” adanya hasil kerja yang pasti dari bawahan.

Dalam pendelegasian, pemimpin memberikan tugas, wewenang, hak, tanggung jawab, kewajiban, dan pertanggungjawaban yang sepadan bagi pelaksanaan kerja sehingga bawahan dengan sendirinya dituntut untuk bertanggung jawab penuh dalam pelaksanaan kerja.

SIFAT DELEGASI

Pendelegasian tidak sama pada setiap tingkat hierarki organisasi.

Besar kecilnya pendelegasian adalah sesuai dengan tugas, hak, wewenang, kewajiban, tanggung jawab, dan pertanggungjawaban setiap individu dalam hierarki organisasi.

Pendelegasian tidak dapat ditransfer dari satu tugas ke tugas yang lain dalam suatu organisasi karena satu pendelegasian berlaku untuk satu tugas saja.

SIKAP TERHADAP DELEGASI

Ada beberapa sikap terhadap delegasi/pendelegasian yang memiliki efek negatif ataupun positif.

Sikap-sikap tersebut adalah sebagai berikut.

Pemimpin sering tidak mendelegasikan tugas karena pelbagai alasan, yaitu pemimpin tidak tahu atau takut, dan mempertahankan status quo, serta tidak memercayai orang lain/mencurigai orang lain.

Pemimpin sering mendelegasikan semua tugas karena pemimpin tidak tahu ataupun ingin membebaskan diri/meringankan diri dari kewajibannya.

Pemimpin sering mendelegasikan sedikit tugas karena pemimpin takut atau sangat hati-hati, atau kurang/tidak percaya.

Pemimpin dapat dan patut mendelegasikan tugas dengan bertanggung jawab.

Hal ini dapat dilakukan dengan memerhatikan beberapa faktor penting berikut ini.

Tugas yang tepat harus diberikan kepada orang yang tepat pula, sesuai dengan kapasitas/kompetensi yang ada padanya.

Tugas yang tepat yang akan didelegasikan harus sepadan dengan wewenang, hak, tanggung jawab, kewajiban, dan pertanggungjawaban yang tepat pula.

Memercayakan suatu tugas harus disertai perhitungan waktu yang tepat, kondisi yang tepat dalam suatu sistem manajemen terpadu yang baik.

Pendelegasian harus dilaksanakan dengan ekspektasi pragmatis yang didukung oleh sistem pengawasan yang baik guna menciptakan efektivitas dan efisiensi kerja serta produksi yang tinggi.

Pemimpin sebagai pemberi tugas harus secara konsisten memberikan dukungan penuh (“backing”) kepada setiap bawahan yang menerima pendelegasian tugas darinya.

Pendelegasian yang dilaksanakan dengan cara yang tepat, dapat didefinisikan sebagai empat hal berikut.

Cara bijaksana, yaitu sikap bertanggung jawab penuh dari pemimpin dan bawahan.

Pemimpin melaksanakan pendelegasian serta memberi dukungan, sementara bawahan siap serta taat kepada pemimpin dalam melaksanakan tugas/tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya.

Cara konsistensi, yaitu sikap pasti yang terus-menerus dipertahankan oleh pemimpin dan bawahan, antara lain:

tetap (tidak berubah) — berdasarkan ketentuan/polisi kerja organisasi yang berlaku;

teratur (berdasarkan sasaran/kecepatan/ketertiban yang diminta) — sesuai dengan sistem manajemen organisasi yang ada terus-menerus (mencegah/mengatasi hambatan dengan bekerja secara tetap) — yaitu sesuai dengan tuntutan kerja dan batas waktu yang telah ditetapkan.

Efektif dan efisien, yaitu memperhitungkan faktor kualitas dan kuantitas kerja.

Pragmatis dan produktif, yaitu berorientasi kepada hasil atau produksi tinggi, sesuai dengan perencanaan.

Ingin berkenalan dengan wanita

Tinggalkan Balasan