Kesehatan

Amankah Jika Muntah Berlebihan saat Hamil? Waspada…

Muntah pada wanita hamil itu sudah hal yang wajar, dan banyak yang mengalaminya, tetapi jika untah Berlebihan saat Hamil Bisa Jadi Gejala Hyperemesis Gravidarum.

Pada kondisi ini ibu hamil dapat menjadi lemas dan susah makan. Jika tidak ditangani, kondisi yang disebut dengan hyperemesis gravidarum ini bisa membahayakan ibu hami dan janin.

Muntah berlebihan saat hamil biasanya muncul di usia kehamilan 4-6 minggu dan mencapai puncaknya di minggu 9-13 kehamilan.

Penyebab Hyperemesis Gravidarum

Penyebab terjadinya hyperemesis gravidarum belum diketahui dengan jelas. Namun, kondisi ini kerap dikaitkan dengan perubahan hormon yang dialami oleh ibu hamil.

Muntah berlebihan saat hamil juga biasanya lebih berisiko terjadi pada wanita dengan kondisi berikut ini:

  1. Baru pertama kali hamil.
  2. Hamil anak perempuan atau hamil anak kembar.
  3. Pernah mengalami hyperemesis gravidarum pada kehamilan sebelumnya.
  4. Memiliki ibu atau saudara kandung perempuan yang mengalami hyperemesis gravidarum.
  5. Memiliki berat badan berlebih atau obesitas saat hamil.
  6. Hamil anggur.
  7. Memiliki penyakit tertentu, seperit penyakit tiroid, tukak lambung, penyakit asam lambung, dan migrain.

Tanda dan Gejala Hyperemesis Gravidarum

Seorang wanita hamil disebut menderita hyperemesis gravidarum jika ia merasakan beberapa tanda dan gejala berikut ini:

  1. Mual terus-menerus
  2. Muntah-muntah lebih dari 3-4 kali sehari
  3. Pusing
  4. Berat badan berkurang karena terlalu sering muntah
  5. Mengalami dehidrasi akibat sering muntah
  6. Jarang buang air kecil
  7. Lemas
  8. Tekanan darah menurun
  9. Kulit pucat dan teraba dingin
  10. Pingsan

Cara Mengatasi Hyperemesis Gravidarum

Jika tidak segera ditangani, hyperemesis gravidarum bisa meningkatkan risiko bayi lahir prematur atau memiliki berat badan lahir rendah (BBLR).

Bayi yang lahir prematur atau dengan BBLR rentan mengalami berbagai masalah kesehatan.

Sedangkan untuk meringankan gejala, ibu hamil dapat melakukan beberapa cara berikut ini:

  1. Makan dan minum dengan porsi sedikit namun sering.
  2. Mengonsumsi permen mint atau air jahe.
  3. Mengonsumsi suplemen kehamilan yang mengandung vitamin B6 atau B1 sesuai dosis yang direkomendasikan dokter.
  4. Istirahat yang cukup.
  5. Mengonsumsi minuman elektrolit atau minuman ion untuk mengatasi dehidrasi.
  6. Menekan titik di tengah-tengah pergelangan tangan, tepatnya tiga jari dari lipatan pergelangan tangan dan di antara dua tendon. Tekan titik tersebut dengan kuat selama tiga menit.
  7. Mendapatkan pijatan.

Dokter juga mungkin akan memberikan obat-obatan untuk mengatasi mual dan muntah.

Obat ini bisa diberikan secara diminum (oral), melalui suntikan, atau lewat infus.

Apabila Bumil mengalami muntah berlebihan saat hamil, periksakanlah ke dokter kandungan atau rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan yang tepat sedini mungkin.

Hal ini penting dilakukan untuk mencegah komplikasi pada ibu hamil dan janin, seperti dehidrasi dan malnutrisi.

Bapper.id berusaha semaksimal untuk menyajikan artikel yang bermanfaat, Semoga bapper.id akan terus berinovasi menyajikan informasi dunia maya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *